Melihat Pekerjaan Ground Handling di bandara??

Apa kabar Mas Broo dan Mba Broo ??  Masih semangatkan untuk meraih cita-cita menjadi staff airline atau pramugara/i… sebelumnya ada yang tau dari ground staff dan tugas pokoknya di bandara..dari pada penasaran yuk kita baca artikelnya.

Ground handling : Proses penanganan penumpang, bagasi, cargo dan pos di bandara (Airport) oleh petugas airlines yang dimulai dari proses embarkasi (departure) hingga proses debarkasi (arrival).

Berikut Unit-Unit Ground Handling :

a.    Pasasi

-          Checkin Counter

-          Boarding Gate

-          Transfer Desk

-          Services

-          Greeting

b.    Bagage Handling

-          Bagage Checker

-          Loading Master

-          Lost & Found

c.    CRO

d.    Ramp

e.    Cargo Handling

f.     Operation

g.    Catering

h.    Security 

 

A.   PASASI

septi

Gambar. Septi Rahayu Alumni LPMT Jakarta Semesta Batch III, Pasasi Garuda Indonesia 

Pasasi adalah bagian dari ground handling yang menangani penumpang dimulai dari proses check in  hingga penumpang naik ke pesawat (Aircraft), dan menangani proses penumpang transit.

Check in Counter

download

Gambar. Check In  Counter 

Check in Counter adalah tempat melapornya penumpang yang ingin menggunakan jasa penerbangan.

            Persiapan-persiapan petugas Check in Counter adalah :

-          Perhatikan Performance diri

-          Menge-check display pada billboard, apakah sudah sesuai dengan penerbangan yang akan kita in-charge.

-          Menyiapkan label bagasi, limited release, surat pernyataan & boarding pass

-          Check in counter dibuka 2 jam sebelum waktu keberangkatan dan ditutup 30 menit sebelum keberangkatan.

-          Berkoordinasi dengan petugas operation/ramp perihal no. penerbangan yang akan digunakan.

Tugas-tugas pokok Check in Counter :

-          Mengecek Validity tiket, tanggal penerbangan, rute penerbangan & Class.

-          Mencocokkan dokumen penumpang seperti KTP, PASPORT atau SIM yang akan di cocokkan dengan tiket.

-          Menyobek Flight Coupon.

-          Mengecek bagasi, menimbang bagasi, dan menempelkan label bagasi serta memberikan claim tag kepada penumpang

-          Menangani excees bagage.

-          Menentukan sheet number penumpang serta menerbitkan boarding pass.

-          Menangani Penumpang GO SHOW

-          Berkomunikasi & berkoordinasi dengan unit lain.

G.    PETUGAS BANDARA ( AVIATION SECURITY )

IMG-20160621-WA0027

Gambar. Aik Yunitasari Alumni LPMT Jakarta Semesta Batch V sebagai Avsec Bandara

Ada yang tau bedanya Security Bandara ( Aviation Security ) dengan Security lainnya??

Jangan disamain yah guys Security Bandara ( Aviation Security ) dengan Security Mall atau pabrik pada umumnya.

Sangat beda banget lho..dari pada bingung mikir perbedaannya kita lanjut baca lagi artikelnya

 

Istilah Avsec adalah singkatan dari dua kata yaitu Aviation Security dalam bahasa indonesia adalah Keamanan Penerbangan (KAMPEN).

Aviation Security (AVSEC) juga memiliki arti yang luas, tidak hanya berlaku untuk seorang petugas keamanan penerbangan di bandar udara, tetapi juga untuk semua benda atau fasilitas yang berfungsi mendukung penerbangan. Contohnya : Pagar pembatas bandara, Lampu landasan.

Jadi Avsec Adalah seorang Petugas keamanan Penerbangan yang dididik untuk menjadi seorang petugas keamanan Penerbangan yang mampu bekerja sesuai dengan Regulasi yang ditetapkan secara Internasional maupun Nasional dan telah di berikan Lisensi atau surat ijin dari pemerintah untuk melakukan tugasnya sebagai seorang AVSEC.

Petugas/personil Keamanan Penerbangan itu WAJIB memilki lisensi atau Surat Tanda Kecakapan Petugas (STKP) dalam melaksanakan tugasnya. Dalam lisensi tersebut dijelaskan kewenangan Petugas Keamanan Penerbangan (Avsec) dan jika sudah memiliki lisensi maka sudah dinyatakan memiliki kompetensi untuk melaksanakan tugas pengamanan penerbangan oleh Direktur Jendral Perhubungan Udara. Untuk mendapatkan lisensi Avsec itu harus mengikuti Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Avsec. Dan yang menyelenggarakan diklat harus mendapat persetujuan dari Direktur Jendral Perhubungan Udara.Jenis diklat tersebut ada 2, yaitu :

Pendidikan dan pelatihan dasar bagi personel keamanan, meliput:

-    Basic aviation security (basic avsec)

-    Junior aviation security (junior avsec)

-    Senior aviation security (senior avsec) 

Pendidikan dan pelatihan lanjutan bagi personel keamanan,antara lain:

-    avsec management

-    inspector/ auditor

-    crisis management

-    negotiation

-    quality control

-    human factor

-    instructor

-    investigator

-    risk management profilling

Dalam menjalankan tugasnya petugas Avsec juga memilik pedoman yang terdapat pada regulasi penerbangan, baik nasional maupun internasional.

TUGAS AVSEC ( AVIATION SECURITY )

  • Pemeriksaan Dokumen
  • Pemeriksaan Penumpang, Bagasi, Dan Bagasi Kabin
  • Pelaporan (Check –In)
  • Pemeriksaan Awak Pesawat
  • Pemeriksaan Penumpang Transit & Transfer
  • Penanganan Senjata
  • Penanganan Bagasi Kabin & Bagasi
  • Penanganan Penumpang Khusus
  • Pemeriksaan Jamaah Haji, Bagasi Kabin Dan Bagasinya
  • Pengawasan Jalur Dari Check-In Ke Ruang Tunggu Dan Ke Sisi Udara
  • Pengawasan Jalur Menuju Ke Dan Dari Pesawat Udara
  • Penertiban Kargo
  • Penggolongan
  • Pengemasan
  • Pengiriman
  • Pengawasan
  • Penanganan Bahan Dan/Atau Barang Berbahaya
  • Kiriman Pos
  • Kiriman Diplomatik 

Kamu pernah dengar ICAO dan IATA serta perbedaan dari Organisasi tersebut?? bingung juga nih saya kasih tau..yuk guys lanjut baca yah

icao

Gambar. Logo ICAO ( International Civil Aviation Organitation ) 

ICAO Singkatan dari ( International Civil Aviation Organitation ) adalah badan organisasi internasional PBB yang menangani penerbangan sipil yang mengatur bidang-bidang teknis operasional.

ICAO didirikan di Chicago pada tahun 1944, yang keanggotaannya terdiri dari pemerintah dari negara-negara di dunia, bukan dari maskapai penerbangan. ICAO mempunyai aturan-aturan penerbangan yang disebut Annex. Aturan Keamanan Penerbangan terdapat di Annex 17  Security – Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference. Jadi setiap negara yang menjadi anggota ICAO harus mematuhi aturan yang dibuat oleh ICAO tersebut.

Tujuan ICAO :

Secara umum tujuan ICAO adalah membuat peraturan-peraturan khususnya mengenai segi-segi teknis operasional dari penerbangan. Antara lain mengenai :

  • Lalu-lintas udara (air traffic).Syarat-syarat tentang kelaikan peawat udara, keselamatan penerbangan (flight safety).
  •  Standar ketrampilan pilot (awak pesawat), teknisi pesawat udara, landasan pacu(runway), lapangan terbang, ATC, dan sebagainya.
  •  Peraturan-peraturan penerbangan yang dikenal sebagai ICAO ANNEX(ES) yang terdiri dari 18 annex.

Selain hal-hal tersebut diatas, petugas Avsec juga membutuhkan peralatan dalam melaksanakan tugasnya.

Fasilitas Keamanan Penerbangan tersebut terdiri dari:

1. Peralatan pendeteksi bahan peledak

2. Peralatan pendeteksi bahan organik dan non-organik

3. Peralatan pendeteksi metal;

4. Peralatan pendeteksi bahan nuklir, biologi, kimia, dan radioaktif

5. Peralatan pemantau lalu lintas orang, kargo, pos, kendaraan, dan pesawat udara di bandara

6. Peralatan pusat penanggulangan keadaan darurat (emergency operation centre)

7. Kendaraan patroli keamanan penerbangan

8. Peralatan pengendalian jalan masuk (acces control)

9. Peralatan pendeteksi penyusup pagar perimeter (perimeter instruction detection system)

10. Peralatan komunikasi personel keamanan.

Beda kan Security Bandara dengan Security Mall atau pabrik.. Pastimya beda bgt dong..!!!

Kesimpulannya Avsec itu harus memiliki Kompetensi (Skill, Attitude dan Knowledge), guna melaksanakan tanggung jawab pengamanan untuk .

IATA ( International Air Transport Association )

IATA-logo

 Gambar. Logo IATA ( International Air Transport Association )

IATA ( International Air Transport Association ) adalah organisasi internasional PBB mengenai penerbangan sipil (segi angkutan), yang keanggotaannya terdiri dari maskapai-maskapai penerbangan di seluruh dunia.

IATA membidangi aktivitas operasional penerbangan, menyelesaikan permasalahan penerbangan dari sisi bisnis komersial, membantu merumuskan kebijakan industri seperti keseragaman harga tiket, persyaratan angkutan barang dan penumpang, dan lain sebagainya.

Didirikan pada April 1945 di HavanaKuba, IATA adalah penerus Asosiasi Lalu Lintas Udara Internasional (International Air Traffic Association) yang didirikan di Den Haag pada tahun 1919, tahun saat penerbangan berjadwal internasional yang pertama di dunia dilaksanakan.

Tujuan utamanya adalah untuk membantu maskapai-maskapai penerbangan untuk bersaing secara sah dan mencapai keseragaman dalam penetapan harga.

Saat didirikan, IATA beranggotakan 57 anggota dari 31 negara, sebagian besar di Eropa dan Amerika Utara. IATA kini mempunyai lebih dari 270 anggota dari lebih dari 140 negara di dunia.

Sebagai badan penerbangan dunia, ICAO dan IATA sama-sama mengeluarkan kode untuk bandar udara di seluruh dunia. 

Perbedaan antara kode-kode bandar udara yang dikeluarkan masing-masing badan adalah sebagai berikut:

  • Kode ICAO terdiri dari 4 digit sedangkan kode IATA terdiri dari 3 digit.
  • Kode ICAO digunakan oleh ATC (Air Traffic Control), stasiun cuaca dan maskapai penerbangan.
  • Sedangkan kode IATA digunakan untuk reservasi, tiket, tarif, interline, pengiriman kargo dan penanganan bagasi oleh maskapai penerbangan.
  • Sistim penamaannya pun berbeda. Pada kode ICAO, satu digit pertama mengindentifikasikan benua, digit kedua mengindetifikasikan negara, sedangkan dua digit terakhir mengidentifikasikan bandar udara. Walaupun ada beberapa negara besar di dunia yang memiliki kode satu digit pertama untuk negara dan tiga digit lainnya untuk bandar udara seperti contohnya bandar udaraPEKING di China, kode ICAO-nya adalah ZBAA, yaitu Z untuk China dan BAA untuk badar udara Peking, sedangkan kode IATA-nya adalah PEK.
  • IATA memberikan kode tidak hanya berdasarkan daerah lokasi atau kota seperti Frankfurt (FRA), nama negara seperti pada Singapore (SIN) atau nama dari bandar udara tersebut seperti John F. Kennedy (JFK) untuk New York, tapi ada hal-hal lain yang juga menjadi pertimbangan ketika menentukan kode suatu bandara atau tujuan penerbangan seperti misalnya DXB untukDubai dan LAX untuk Los Angeles.

Semua kode tujuan penerbangan yang dijumpai penumpang di papan pengumuman di bandara, tiket ataupun boarding pass, ditandai dengan kode IATA .

Awak kabin harus familar dengan kode-kode bandar udara yang diberikan IATA tersebut dan paling tidak memahami sistem penamaan yang diberikan ICAO seperti untuk CGK (kode IATA) berasal dari Cengkareng dan WIII (WI, WA, WQ, WR), dua digit pertamanya adalah kode yang diberikan oleh ICAO untuk wilayah Indonesia sedangkan 2 digit terakhir II diberikan untuk bandara Soekarno Hatta).

Bagaimana artikelnya bermaanfat banget kan guys buat nambah pengetahuan kamu di dunia penerbangan. Tunggu yah artikel berikutnya admin  masih nyimpen banyak ilmu tentang penerbangan yang belum di publikasikan..

Dan masih banyak lagi artikel-artikel tentang LPMT Jakarta Semesta yang admin masih belum dipublikasikan

Posted in Uncategorized
Testimoni

Adolph
Cheap Jerseys from china ...

Lorrie
The material is really un...

Lyndon
You've got one of the bes...

Olegkathure
Уличные тренажеры купи...

StehomA
itunes gift card...